Serendipity, Fortunate Coinsidence

Pernah mendengar kata ‘serendipity’? Menurut Wikipedia serendipity adalah finding something unexpected and useful while searching for something else entirely. Intinya sih ya ketidaksengajaan dalam menemukan sesuatu. Kisah mengenai serendipity ini pernah difilmkan dengan judul serendipity yang dibintangi oleh John Cusack dan Kate Beckinsale. Katanya sih film ini romantic banget. Inti ceritanya tentang ketidaksengajaan menemukan soalmate. Wiiihhh…

Tapi untuk postingan kali ini bukan mau menceritakan tentang film Serendipity yang diproduksi awal 2000-an itu, tapi tentang penemuan-penemuan yang tidak sengaja oleh para ilmuwan kita. Ketika mendengar penemuan hebat pasti yang ada dipikiran kita adalah prosedur ilmiah yang rumit, analisis yang njelimet bin semrawut kan? Tapi siapa sangka ternyata beberapa penemuan hebat yang sangat bermanfaat sampai saat ini terjadi karena ketidaksengajaan. Dalam bidang kimia sendiri ada beberapa penemuan karena ketidaksengajaan. Di bawah ini ada 10 penemuan dalam bidang kimia yang ditemukan secara serendipity. Chek this out.

1. Archimedes : Pelari Telanjang

Archimedes adalah matematikawan Yunani yang hidup di abad ketiga SM. Hero, raja Sirakus, memberikan tugas kepada Archimedes untuk menentukan apakah mahkota emas baru milik Hero terbuat dari emas murni, seperti yang diharapkannya, atau apakah si tukang emas telah menggantinya dengan aloi dan mengorupsi emasnya. Saat itu Archimedes mengetahui tentang kerapatan, dan dia tahu kerapatan emas murni. Dia membayangkan bila dapat mengukur kerapatan emas mahkota dan membandingkannya dengan kerapatan emas murni, dia akan tahu apakah emasnya telah dipalsukan. Tetapi meskipun tahu bagaimana mengukur berat mahkota, dia tidak tahu bagaimana mengukur volumenya agar dapat menghitung kerapatannya.
Untuk dapat menenangkan diri, dia memutuskan untuk mandi di permandian umum. Di saat menceburkan diri ke bak yang penuh air dan meihat air yang tumpah, dia sadar bahwa volume tubuhnya yang terendam sama dengan volume air yang tumpah. Dan mendapatkan jawaban untuk mengukur volume mahkota. Dia begitu senangnya sehingga dia berlari ke rumah sambil telanjang di sepanjang jalan, berteriak-teriak “Eureka, eureka” (Saya telah menemukannya!) Dan metode menentukan volume benda padat tak beraturan ini masih digunakan sampai saat ini. (Omong-omong, mahkota tadi ternyata adalah aloi, dan tukang emas yang tidak jujur itu mendapatkan ganjaran yang setimpal atas kejahatannya).

2. Vulkanisasi Karet

Karet, dalam bentuk getah, ditemukan di awal abad ke-16 di Amerika Selatan, tetapi tidak banyak diterima karena menjadi lengket dan kehilangan bentuknya ketika panas.
Charles Goodyear sedang mencoba mencari suatu cara untuk membuat karet stabil ketika secara tak sengaja dia menumpahkan karet yang bercampur dengan sulfur ke kompor yang panas. Dia melihat bahwa senyawa yang dihasilkan tidak kehilangan bentuknya ketika dipanaskan. Goodyear mematenkan proses vulkanisasi, yang merupakan proses kimia yang digunakan untuk mengolah karet mentah atau sintetik atau plastik untuk memberinya sifat yang berguna seperti kelenturan, kekuatan, dan stabilitas.

3. Molekul-molekul Berputar Ke Kanan dan Ke Kiri

Pada tahun 1884, industri anggur Prancis meminta Louis Pasteur untuk mempelajari suatu senyawa yang tertinggal di tong-tong anggur selama fermentasi-asam rasemat. Pasteur tahu bahwa asam rasemat identik dengan asam tartarat, yang diketahui aktif secara optis-yaitu, memutar cahaya terpolarisasi ke satu arah atau arah yang lain.
Ketika Pasteur mengamati garam dari asam rasemat di bawah mikroskop, dia melihat ada dua jenis kristal dan keduanya saling membentuk bayangan cermin. Dengan menggunakan penjepit, Pasteur berusaha keras memisahkan kedua jenis kristal itu dan memastikan bahwa keduanya aktif secara optif, memutar cahaya terpolarisasi dengan jumlah yang sama tetapi ke arah yang berbeda. Penemuan ini membuka suatu bidang baru dalam ilmu kimia dan menunjukkan betapa pentingnya geometri molekul terhadap sifat-sifat molekul.

4. William Perking dan Pewarna Lembayung

Pada tahun 1856, William Perkin, seorang siswa di Royal College of chemistry di London, memutuskan untuk tetap di rumah selama liburan Paskah dan bekerja di laboratoriumnya untuk menyintesis kina.
Selama melakukan percobaannya, Perkin menghasilkan beberapa kotoran berwarna hitam. Saat sedang membersihkan tabung reaksi dengan alkohol, dia mengamati bahwa kotoran itu larut dan mengubah warna alkohol menjadi lembayung. Ini adalah sintesis dari pewarna buatan yang pertama. Seperti sudah ditakdirkan, tahun itu menjadi milik pewarna buatan itu, dan dengan cepat mendapatkan banyak pesanan. Kemudian Perkin berhenti sekolah dan dengan bantuan orang tuanya yang kaya, membangun pabrik untuk menghasilkan zat pewarna itu. Seandainya cerita itu hanya berhenti sampai di sini, pengaruhnya tidak akan besar terhadap sejarah. Akan tetapi, orang Jerman melihat potensi dari industri kimia ini dan menanamkan sebagian besar waktu dan sumber dayanya ke industri ini. Mereka mulai mengumpulkan dan mencari tahu pasokan senyawa-senyawa kimia dalam jumlah esar, dan dengan cepat Jerman memimpin dunia dalam penelitian dan pembuatan zat kimia.

5. Kekule : Mimpi yang Indah

Friedrich Kekule, seorang kimiawan Jerman, sedang mengerjakan rumus bangun (struktur) benzena, C6H6, di pertengahan tahun 1860-an. Di suatu malam yang telah larut dia sedang duduk di depan perapian apartemennya. Dia mulai tertidur dan bermimpi melihat sekolompok atom sedang menari-nari di nyala api seperti ular. Kemudian, tiba-tiba, salah satu ular mambentuk lingkaran atau cincin. Pemandangan ini mengejutkan Kekule sampai membuatnya langsung terbangun dan dia menyadari bahwa benzena mempunyai satu struktur cincin. Dia melanjutkan bekerja semalaman menyelesaikan akibat dari penemuannya ini. Model Kekule untuk benzena membuka jalan ke pengkajian senyawa aromatik modern.

6. Menemukan Radioaktivitas

Pada tahun 1856, Henri Becquaerel sedang meneliti phosphorescence (pemendaran) mineral-mineral tertentu ketika terpapar cahaya. Dalam percobaannya, dia mengambil satu cuplikan mineral, meletakkannya di atas sebuah lempeng fotografi terbungkus yang berat dan memaparkannya di bawah sinar matahari yang kuat.
Dia sedang bersiap-siap untuk melakukan salah satu dari percobaan ini ketika awan menyelimuti Paris. Bacquerel meletakkan sebuah cuplikan mineral di atas lempengan itu dan menyimpannya ke dalam laci. Beberapa hari kemudian, dia terkejut, menemukan citra kristal yang cerah meskipun kristal itu tidak dipapar dengan cahaya. Cuplikan mineral tersebut mengandung Uranium. Bacquerel telah menemukan radioaktivitas.

7. Penemuan Teflon

Roy Plunkett, seorang kimiawan Du Pont, menemukan teflon pada tahun 1938. Dia sedang mengerjakan sintesis zat pendingin yang baru. Dia meminta untuk dikirimi satu tangki penuh gas tetrafluoroetilena ke laboratoriumnya, tetapi ketika dia membuka katupnya, tidak ada yang keluar. Dia bertanya-tanya apa yang telah terjadi, sehingga dia membuka tangkinya. Dia menemukan suatu zat putih yang sangat licin dan tidak reaktif. Gas tersebut telah berpolimer menjadi suatu zat yang sekarang disebut teflon. Teflon digunakan selama perang dunia II untuk membuat gasket dan katup untuk pabrik pembuat bom atom. Setelah perang, Teflon akhirnya menemukan jalannya ke dapur sebagai pelapis wajan anti lengket.

8. Catatan Berperekat

Di pertengahan tahun 1970-an, seorang kimiawan bernama Art Frey sedang bekerja untuk 3M divisi bahan perekat. Frey, si penyanyi koor, menggunakan secarik kecil kertas untuk menandai buku koornya, tetapi kertas itu selalu jatuh. Pada suatu waktu, dia ingat zat perekat yang telah dikembangkan beberapa tahun yang lalu tetapi ditolak karena tidak dapat merekatkan benda dengan baik. Hari Senin berikutnya, dia mengoleskan sedikit perekat yang “tak berguna” itu ke secarik kertas dan kertas itu bekerja dengan baik untuk penanda buku dan ketika diambil tidak meninggalkan residu. Dengan begitu ditemukanlah catatan berperekat berwarna kuning yang bisa ditempelkan di mana saja.

9. Penumbuh Rambut

Di akhir tahun tahun 1970-an, Minoxidil, yang dipatenkan oleh Upjohn, digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Pada tahun 1980, Dr. Anthony Zappacosta yang menyebutkan dalam surat yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine bahwa salah seorang pasiennya yang hampir botak menggunakan Minoxidil untuk mengobati tekanan darah tinggi dan kepalanya yang botak mulai ditumbuhi rambut.
Para okter kulit mencatatnya, dan seorang dokter kulit, Dr. Virginia Fiedler-Weiss menghaluskan beberapa tablet Minoxidil dan membuat larutan untuk dioleskan ke kepala pasienya. Ternyata berhasil sehingga sekarang Minoxidil bisa didapatkan di bagian penjualan obat penumbuh rambut.

10. Lebih Manis Daripada Gula

Pada tahun 1879, seorang kimiawan yang bernama Fahlberg sedang mengerjakan suatu masalah sintesis di labnya. Secara tidak sengaja dia menumpahkan salah satu senyawa yang beru dibuatnya ke tangan, dan ternyata rasanya manis. Dia menamakan zat baru ini sakarin.
James Schlatter menemukan rasa manis pada aspartam saat sedang mengerjakan suatu senyawa yang digunakan untuk penelitian borok. Secara tidak sengaja jari-jarinya menyentuh salah satu ester yang dibuatnya. Dia mengetahui bahwa zat itu manis ketika dia menjilat jarinya saat mengambil secarik kertas.

Sumber : Kimia for Dummies, John T. Moore Ed.D

Tinggalkan Balasan