Indonesia Mengajar

Beberapa waktu lalu, saat sedang mencari buku di perpustakan Universitas Negeri Semarang, saya menemukan buku yang menarik sekali. Cover buku ini menggambarkan sekelompok anak-anak sekolah dasar dengan senyum yang ceria. Nih, yang belum pernah lihat bukunya.

indonesia_mengajar 

Sinopsis buku yang akhirnya membuat saya makin tertarik untuk membacanya.

Ini negeri besar dan akan lebih besar . Mengeluh dan mengecam tidak akan mengubah sesuatu. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu, Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.

Pendidikan, masih saja menjadi barang mahal di tanah saudara-saudara kita yang jauh dari pusat. Bangunan yang hampir roboh, fasilitas yang kurang memadai, jarak yang jauh dan terjal, kurangnya tenaga pengajar, dan masalah-masalah lain masih saja terjadi.

Lalu, bagaimana ceritanya kalau anak-anak muda, generasi penerus bangsa ini tergerak hatinya. Mereka adalah 51 Pengajar Muda yang terpilih dari 1.383 calon. Mereka rela meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pedalaman, sebagai guru. Mereka berusaha melunasi janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak sekadar mengajar baca tulis hitung, mereka juga mengajar banyak nilai-nilai kebaikan, pun gantian belajar pada masyarakat asli.

Buku ini menceritakan kisah para Pengajar Muda yang ditempatkan di beberapa pelosok negeri. Kesulitan, kebahagian, tangis, dan tawa mewarnai kisah mereka. Buku ini juga menunjukkan seperti apa wajah pendidikan negeri ini. Apa benar ada kebiasaan guru memukul muridnya dengan rotan? Apa benar guru-guru jarang datang ke sekolah, terutama saat hujan deras?

Bagaimana? Apakah kalian juga tertarik untuk membaca buku ini? Sebelumnya, untuk teman-teman yang belum tahu apa itu Indonesia mengajar, postingan kali ini akan sedikit menguraikannya. Jadi, Indonesia mengajar adalah sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Bapak Anies Baswedan pada tahun 2010. Gerakan ini mengirimkan generasi terbaik bangsa ini untuk menjadi guru di berbagai daerah selama satu tahun. Mereka menyebutnya sebagai Pengajar Muda. 

Indonesia mengajar memiliki motto, "Setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi", ya menurut saya pribadi pengalaman mengajar di ujung negeri selamat setahun itu pasti sangat menginspirasi. Sayangnya, saya belum bisa cerita banyak nih tentang Indonesia Mengajar, karena saya sendiri masih menjadi salah satu yang berharap suatu hari nanti bisa menjadi bagian dari gerakan yang luar biasa ini. Aaamin.

Sedikit isi dalam buku keren ini nih guys..

51 Pengajar Muda (Angkatan 1) diberangkatkan tanggal 10 November 2010 pagi dari Bandara Soekarno-Hatta. Mereka hadir dan membuat nuansa yang berbeda tentang Indonesia. Sejak Gerakan Indonesia Mengajar Mei 2010, kita ditunjukkan wajah lain tentang anak-anak muda Indonesia. Sejak awal mereka telah menyadari bahwa mereka akan di tempatkan di desa-desa pelosok negeri, yang sebagian besar belum terjamah listrik maupun telepon seluler. Tetapi tantangan itu justru dijawab secara kolosal. Ada 1.383 anak muda menyatakan siap untuk jadi guru di daerah terpencil. Mereka menulis esai yang sangat menggugah. Mereka membeberkan segala alasan mengapa mereka siap, mereka sanggup dan mereka ingin sekali menjadi guru di pelosok negeri. Mereka menuliskan : Indonesia, aku ingin mengajar !

Mereka telah membuktikan bahwa Republik ini tidak berubah, ibu-ibu di Republik ini telah melahirkan pejuang. Ibu kita telah melahirkan anak-anak promotor kemajuan. Dan merekalah bukti autentiknya. Sungguh menggetarkan membacanya..! Rakyat di pelosok sana sudah hafal janji kemerdekaan, tetapi kita tak kunjung melunasi janji itu. Dan hari itu mereka berangkat. Tidak akan mudah melalui waktu selama satu tahun, namun semua yang sulit sesungguhnya adalah pelajaran hidup.Mereka tangguh, dan InsyaAllah dapat melewati dengan kesungguhan. Hal ini terjawab dengan berbagai cerita dan laporan setelah 1 tahun kemudian mereka menjalani pengabdiannya.

Pak Anies Baswedan dalam pelepasan Para Pengajar Muda tersebut membekali tambahan spirit bagi mereka dengan keyakinan bahwa sukses itu seringkali bukan berhasil meraih sesuatu, melainkan berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan. Sang pemrakarsa Program Indonesia Mengajar tersebut melepas mereka untuk berangkat. Mereka berjabat tangan satu per satu. Jabat tangan erat dan saling bertatap mata tanpa bicara. Bening mata mereka, ada ambangan air menyerupai cermin. Hati mereka saling berjawab. Langkah mulia bagi Pengajar Muda itu telah diayunkan. Gema Syair “Padamu Negeri” yang dinyanyikan oleh 51 Pengajar Muda pada pagi itu di Bandara Soekarno-Hatta seakan bergema hingga hari ini :

Padamu negeri kami berjanji…

Padamu negeri kami berbakti…

Padamu negeri kami mengabdi…

Padamu negeri jiwa raga kami…

Putra-putri terbaik telah menyingsingkan lengan baju untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini,….semoga menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi di kegelapan malam. Semoga mereka mampu menjadi teladan bagi anak-anak pelosok untuk berani menggantungkan cita-citanya. Anak-anak tersebut sejatinya mempunyai hak yang sama dalam hal pendidikan sebagaimana yang telah kita dapatkan. Para Pengajar Muda berusaha membuktikan bahwa aliran darah para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan negeri ini tidak akan sia-sia. Tidak saja mereka telah membuktikan prestasi membanggakan untuk negeri ini, melainkan juga rela untuk terjun langsung menunaikan tugas mulia dengan turut “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Mendidik adalah kewajiban bagi mereka yang terdidik. Ya, kalimat ini begitu menyadarkan bahwa mendidik bukan hanya tugas mereka yang memiliki gelar guru, bukan hanya akan menjadi tanggungan mereka yang sekarang menjadi mahasiswa kependidikan, tapi tugas kita semua, kita yang memiliki kesempatan untuk belajar lebih luas. Bukan hanya lewat Indonesia mengajar ini saja, tetapi banyak cara kawan. banyak cara menjadi salah satu dari mereka yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Buat teman-teman yang ingin membaca kisah para Pengajar Muda mengajar di ujung negeri dapat membaca di blog indonesiamengajar.org

Nah, saya juga punya sebuah video tentang Indonesia Mengajar. Semoga bermanfaat. Chek this out.

 

 

One thought on “Indonesia Mengajar

  1. Semoga program ini dapat bermanfaat. Terus semangat para pendidik!

Tinggalkan Balasan