Daripada dibuat bom lebih baik….

Lagi, lagi dan kembali lagi Indonesia menjadi sasararan terror para teroris. Kemarin Kamis (14/1), Tepatnya di Jl. MH Thamrin Jakarta terjadi serangkaian ledakan yang dilanjutkan dengan baku tembak antara polisi dan terduga teroris. Jadi ingat, beberapa teman pernah bercanda, ‘wahh.. anak kimia, nanti jangan buat bom ya…’ Karena dibilang begitu, jadi ingin menulis tentang bom.

Tapi tenang.. postingan tentang bom kali ini, saya bukan mau mengajari caranya membuat bom, toh saya—walau anak kimia—juga tidak tahu caranya membuat bom dan tidak berniat untuk membuatnya. Sebelum kita perkenalan sama bom ini dulu yaa.. Bom sudah mulai dikenal ketika bumi kita ini masih dihiasi dengan perang dimana-mana. Bom digunakan untuk menaklukan Negara yang menjadi musuh. Ingat bom Nagasaki dan Hirosima? Bom atom yang digunakan ketika Perang dunia kedua ini diangap sebagai bom dengan kekuatan paling besar yang pernah diledakan manusia.

Berdasar daya ledaknya, bom sendiri ada dua jenis, bom berdaya ledak tinggi (high explosive) dan berdaya ledak rendah (low explosive). Nah, kenapa anak kimia jadi identic dengan bom itu karena menurut orang-orang bom sendiri berisi bahan-bahan kimia, yang sayangnya sampai saat ini masih banyak yang beranggapan yang biasa dinamakan bahan kimia pasti berbahaya). Sama seperti yang lain, kebermanfaatan suatu benda dapat dilihat dari bagaimana benda tersebut digunakan. Orang-orang sering menyebut sema bahan yang membahayakan dengan bahan kimia, padahal bahan-bahan ini juga punya manfaat yang besar kalau kita bijak menggunakannya. Contohnya, bahan pembuat bom ini sendiri terdiri dari beberapa komposisi, antara lain potassium klorat, belerang, serbuk aluminium, asam sulfat, asam nitrat, asam oksalat, kalium peroksida, kalium nitrat, asetilen, sikliheksan, gas hydrogen, karbon monoksida, propilen, fenil, dan serbuk magnesium.

Sekarang ayo kita lihat bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai bahan bom yang mengakibatkan kehancuran ini dari sisi yang berbeda. Apakah bahan-bahan kimia ini—yang diangap berbahaya—juga memberi manfaat bagi kehidupan? Mari kita telaah satu-satu.

Potassium Klorat

Sebagai bahan pembuat korak api. Desain korek api yang ditemukan secara tak sengaja oleh kimiawan Inggris, John Walker, tahun 1826, pada dasarnya masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Biasanya kalium klorat sabagai pengoksidasi menjadi pentol orek api, bersama belerang dan pengikta lem. Bagian untuk menggesekkan di kotak wadah terdiri atas serbuk gelas dan fosfor merah yang diikat dengan pengikat. Bila pentol korek digesekkan dengan bagian ini, fosfor merah akan berubah menjadi fosfor putih yang lebih mudah terbakar. Akibat terbakarnya fosfor putih akan memungkinkan reaksi bahan bakar dan pengoksidasi yang dapat menghasilkan api yang kontinu(tidak cepat mati).

Selain itu bahan ini juga membantu kalian saat memncuci pakaian. Akibat sifat pengoksidasinya, kalium klorat juga digunakan dalam pembuatan bleach (bahan pengelantang) dan detergen. Kalium klorat juga dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan rumput liar. Nah.. daripada digunakan untuk membunuh orang kenapa nggak dipakai untuk mematikan pertumbuhan rumput liar aja, biar taman bunganya jadi lebih indah.

Belerang

Serangan hama menyebabkan para petani gusar memikirkan tanaman mereka yang sebentar lagi dipanen malah rusak akibat serangan hama. Para petani pun menyemprotkan desinfektan untuk membunuh hama penyakit tersebut, dan yupp salah satu bahan pembuat desinfektan adalah belerang. Walaupun perlu juga diingat bahwa penggunaan desinfektan ini juga tiadk bisa sembarang karena dapat menyebabkan masalah lain.

Belerang juga dapat digunakan sebagai pupuk cair dalam campuran bersama senyawa natrium dan asam untuk menyuburkan tanaman. Air yang keruh dan mengandung berbagai jenis bibit kuman juga bisa dinetralkan dengan belerang. Namun belerang yang digunakan dalam sistem pengolahan air, yang sudah dibentuk menjadi sulfat. Produk ini memiliki warna yang putih mirip seperti bentuk kristal.

Belerang digunakan dalam produk kecantikan. Belerang mengandung senyawa yang dapat membunuh kuman penyebab jerawat, virus penyebab kudis dan penyakit kulit lain. Belerang menjadi salah satu komponen dalam produksi aspal. Aspal yang didapatkan secara langsung dari sumber alam belum bisa dipakai dan harus melewati tahap pengolahan. Belerang memiliki sifat yang bisa membuat lapisan aspal menjadi lebih elastis, bersifat mengikat dan meningkatkan kualitas aspal agar lebih tahan lama dalam aplikasinya dalam pembuatan jalan raya.

Serbuk Aluminium

Aluminium dalam bentuk senyawanya juga bisa memberi manfaat, seperti untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum dalam tawas ,KSO4.Al2.(SO4)3.24H2O. Aluminum dalam senyawa aluminia digunakan sebagai bahan pasta gigi, industri keramik, serta industri gelas.

Asetilen

asetilen (etuna) digunakan untuk bahan bakar las. Ketika asetilena dibakar dengan oksigen maka dapat mencapai suhu 3000º C. Suhu tinggi tersebut mampu digunakan untuk melelehkan logam dan menyatukan pecahan-pecahan logam. Asetilena terklorinasi digunakan sebagai pelarut. Asetilena klorida juga digunakan untuk bahan awal pembuatan polivinil klorida (PVC) dan poliakrilonitril. 

Fenil

Fenil alkohol atau Fenol dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dapat dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat menyebabkan denaturasi protein. Fenil alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik, pembuatan pewarna, dan resin. Selain fenil alkohol, juga ada fenilamina yang digunakan sebagai bahan dasar zat warna diazo.

 

Nah, itu tadi sedikit manfaat dari senyawa kimia yang juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat bom. Bukankah akan lebih dbermanfaat, ketika ilmu pengetahuan yang kita peroleh digunakan untuk kepentingan umum, bukan kerusakan dan kehancuran. Bukankah lebih bijak, jika kita memilih dimana yang sebenarnya harus dilakukan. Seperti mata uang yang mempunyai dua sisi, bahan kimia ini juga bisa memberi manfaat dan sebaliknya menyebabkan kehancuran. Tergantung sisi mana yang kita pilih.

Terakhir, turut berduka ciita atas kasus di Jakarta kemarin, semoga setelah ini tidak ada lagi yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar kehancuran.

#KamiTidakTakut #JakartaBrave #IndonesiaBrave

Tinggalkan Balasan